Jumat, 27 Januari 2012

munajat pelarian

wahai Dia Sang Pelukis
tebalkan lah tintanya agar aku bisa melihat lebih jelas, atau
hapuslah semuanya agar tak buatku penasaran,,

wahai Dia Sang Komposer
tambahkanlah sedikit not tinggi atau rendah agar tak monoton
jangan kau buang lembaran lagu itu,, mubajir

wahai Dia Lautan Lepas
dengarlah ku berteriak, membuat gema kemana mana

wahai Dia Goa yang Gelap
biarkan ku masuk dan bersembunyi dikedalaman

wahai Dia Penunjuk Jalan
ajaklah aku kemana mana, bawalah aku kesana,,
beritahu aku arah agar aku tidak tersesat
aku membawa bekal bawaan cukup berat
bantu aku dengan petamu

wahai Dia Awan yang Tebal
naungi aku diterik panas ini, keringatku bercucuran

wahai Dia Buku Cerita
bacakan aku kisah yang indah, yang dapat membuatku tertidur pulas

wahai Dia Sang Supir
janganlah Kau terlalu cepat, agar tak terlalu cepat sampai juga
biarkan aku terbuai tidur dalam perjalanan

wahai Dia Telaga Kecil
hilangkanlah rasa hausku akan rahasia Mu

wahai Dia Cermin yang Lebar
berikanlah pantulan atas diriku, agar aku bisa melihat keseluruhan diriku..


samping rumah  09.16   13  12  2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar