Minggu, 01 April 2012
dibalik tembok itu
tembok kini sudah berdiri kekar
rapat dan rapih tanpa celah
dari batas stasiun sampai pintu kereta pasar lama
ketika kau turun dari kereta
kau takkan mampu melihat
sekuat apapun usaha mu
tembok itu telalu tinggi
walaupun kau sangat bersemangat
ketika melangkah keluar rumah
ketika mengunakan sendalmu yang berwarna ungu
bahkan ketika kau menaiki kereta
kutahu kau sangat meng-inginkannya
dari malam sebelumnya waktu pesan itu tiba
wajah mu berkata seperti itu
meski lisan mu mengatakan sebaliknya
setinggi apapun kau melompat
sekeras apapun hingga kau berkeringat
kau takkan mampu mencari ku tuk melihatku
walaupun sebenarnya aku pun berdiri dibalik tembok itu
6 1 2012 22.27
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar